Latest Article Get our latest posts by subscribing this site

Peran Ibu Dalam Pendidikan Nasinal


Dr. Herlinda, S.H., M.Kn 

*Dosen Fakultas Hukum UB dan anggota MHH PDA Kabupaten Malang*

 

Dalam suatu Whatsapp Group, bertanyalah seorang ibu “apakah tidak ada hari pendidikan Nasional untuk ibu yang bekerja mendidik anaknya 24 jam dalam 7 hari? Adanya Hari ibu yang fokusnya kepada bagaimana ucapan terimakasih anak-anaknya kepada ibunya. Dalam kesempatan ini, saya mencoba memberikan tanggapan perihal peran ibu dalam pendidikan nasional. 

Dalam ketentuan Pasal 1 angka 1 UU SISDIKNAS No.20 tahun 2003 dikatakan bahwa Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana Belajar danproses Pembelajaran agarpeserta didik secara aktifmengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatanspiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. Memang selanjutnya pada angka 6 dikatakan bahwa pendidik adalah tenaga kependidikan yang berkualifikasi sebagai guru, dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara, tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Seolah ibu tidak ada peran.

Namun sebenarnya, bagaimana dapat terselenggaranya proses pendidikan formal ataupun non formal atau informal diluar sana, sebagai orang tua ada peran ibu di belakangnya.

Dalam ketentuan Pasal 7 UU SISDIKNAS, dikatakan bahwa:

(1) Orang tua berhak berperan serta dalam memilih satuan pendidikan dan memperoleh informasi tentang perkembangan pendidikan anaknya.

(2) Orang tua dari anak usia wajib belajar, berkewajiban memberikan pendidikan dasar kepada anaknya.

 

Bagaimana proses berlangsungnya pendidikan dasar kepada anaknya di rumah, tentu saja tidak bisa dilepaskan dari peran seorang ibu. Meskipun tidak semua anak itu beruntung selalu ada sosok ibu di rumahnya. Dalam situasi tertentu peran “ibu” bisa saja digantikan oleh neneknya, oleh bude atau bulenya atau seorang asisten rumah tangga sekalipun. Namun yang ingin dikatakan disini bahwa dalam suatu pendidikan peran ibu itu sangat penting.

 

Jika dilihat dari riwayat adanya hari pendidikan nasional, secara yuridis ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 316 Tahun 1959 Tanggal 16 Desember 1959. Tanggal 2 Mei dipilih berdasarkan tanggal lahir Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hajar Dewantara yang bernama asli Raden Mas Soewardi. Sepanjang hidupnya, dia dikenal sebagai sosok yang kritis terhadap kebijakan pemerintah kolonial Belanda, terutama terkait Pendidikan yang hanya mengutamakan anak-anak orang kaya atau yang lahir di Belanda. Dari kekritisan beliau itulah, beliau sempat diasingkan oleh pemerintah kolonial ke Belanda bersama 2 rekannya  Ernest Douwes Dekker dan Tjipto Mangunkusumo. Ketiga tokoh tersebut dikenal sebagai Tiga Serangkai.Sepulang dari pengasingan tersebut, beliau mendirikan Taman Siswa hingga kemudian pasca Indonesia merdeka beliau diangkat sebagai Menteri Pendidikan. Perjuangan Ki Hadjar Dewantara ini kemudian menjadi inspirasi Pendidikan Nasional di Indonesia yang diperingati setiap tanggal 2 Mei sebagai Hari Pendidikan Nasional.

 

Hari Pendidikan Nasional tahun 2024 mengusung tema “Bergerak Bersama, Lanjutkan Merdeka Belajar”. Tema tersebut mengajak seluruh elemen bangsa, dari pendidik, peserta didik, sampai masyarakat luas, agar saling membantu untuk mewujudkan transformasi pendidikan di Indonesia.

 

“Bergerak bersama”, bersama siapa? Tentu ini juga bersama-sama ibu. Ada peran ibu disana. Ibu adalah sosok pertama yang akan memperkenalkan berbagai nilai-nilai kebaikan bagi anaknya. Meskipun diluar sana juga ada ibu bekerja yang tentunya tidak bisa setiap saat berada di dekat anaknya. Namun ia punya peran untuk menentukan siapa-siapa saja yang akan menggantikan perannya di rumah di saat ia jauh dari anak-anaknya. Ia yang akan melakukan seleksi siapa-siapa yang layak dan pantas untuk menggantikan perannya di rumah. Ia juga berperan menentukan treatment-treatment apa yang seharusnya dilakukan terhadap anaknya.

Dalam konteks merdeka Belajar, ibu mempunyai peran untuk mengarahkan kemerdekaan anak-anaknya dalam belajar. Merdeka disini bukan bebas tanpa batas. Merdeka disini bermakna tanpa paksaan dan tekanan. Anak bebas memilih sesuai minat dan bakatnya, namun seorang ibu membantunya dalam proses memilih jalan apa yang akan ditempuh anaknya untuk mewujudkan cita-citanya. Ibu juga mempunyai peran untuk menyampaikan batasan-batasan, norma-norma dari nilai-nilai kebaikan yang diyakini baik dari sisi Agama maupun sisi sosial kemasyarakatan yang di taati bersama.

Utamanya lagi, ibu mempunyai peranan besar dukungan sisi spiritual yaitu untuk mendo’akan anak-anaknya. Do’a ibu tanpa hijab (batas) langsung menembus langit. Kata-kata terakhir ini sebenarnya kata-kata saya kepada diri saya sendiri karena sebenarnya saya adalah seorang ibu, dan anak-anak saya saat ini juga dalam keadaan berjuang menggapai cita-citanya. Semoga ini menjadi pengingat bersama kita untuk senantiasa berperan aktif mendukung pendidikan anak-anak kita, yang artinya kita sebagai ibu juga sudah turut berbegerak bersama dalam mendukung majunya pendidikan nasional kita.

Sebagai kader Aisyiah, menurut saya perjuangan memajukan pendidikan nasional juga sejalan dengan risalah wanita berkemajuan yang telah ditetapkan dalam muktamar Aisyiyah ke-48 yang lalu dimana perempuan dalam hal ini khususnya seorang ibu mempunyai peran sebagai aktor perubahan, di antaranya dalam bidang pendidikan. Ibu harus turut andil dalam memperjuangankan anti keterbelakangan tanpa diskriminasi antara laki-laki dan perempuan.

Oleh karena itu, kepada semua ibu-ibu yang saat ini berjuang mendidik anak-anaknya. Ingin sekali saya katakan, bahwa Hari Pendidikan Nasional itu tidak hanya khusus untuk Guru, Dosen atau tenaga pendidik saja tapi juga untuk seorang ibu. “Selamat hari pendidikan nasional! bagi kita semua

 

 

 

 

 

 

BAITUL ARQOM PIMPINAN PDA KAB MALANG Menyamakan Persepsi Dalam Mengembangkan Organisasi


Kab.Malang, Pasca RaKorda yang telah dilaksanakan pada tanggal 26 Nopember 2023 di Gedung GKB IV Universitas Muhammadiyah Malang, kegiatan  PDA Kab Malang untuk melanjutkan gerak langkah organisasi  perempuan berkemajuan, maka tanggal  13-14 Januari PDA Kab Malang menyelenggarakan Baitul Arqom untuk Pimpinan Daerah Kab Malang. Sebagaimana diketahui Baitul Arqom salah satubentuk pengkaderan  yang berorientasi pada pembinaaan ideologi dan kepemimpinan warga Muhammadiyah-Aisyiyah untuk menciptakan kesamaan sikap, wawasan, carapikir dan integritas Muhammadiyah-Aiyiyah.

Bertempat di PKBM Zam Zam Malang dengan mengusung tema “ Kepemimpinan Profetik dalam Mewujudkan Perempuan Berkemajuan” kegiatan  berlangsung selama 2 hari , diikuti 42 Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang terdiri dari Pimpinan harian, badan Pembantu Pimpinan, dan anggota Majelis-Lembaga. Acara dibuka oleh ketua PDA Kab Malang DR Apt Mursyidah M.Kes.  yang secara tegas menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqom Pimpinan PDA diadakan untuk menyamakan persepsi Ibu Ibu Pimpinan dalam mengemban amanah sebagai bagian dari Pimpiinan Daerah Aisyiyah kab Malang. Aisyiyah sebagai Ortom khusus Muhammadiyah adalah organisasi perempuan persyarikatan Muhammadiyah merupakan gerakan Islam da’wah amar ma”ruf nahi mungkar dan tajdid yang berazas Islam serta bersumber kepada Al-Qur’an dan As Sunnah.

Tema yang diusung sangat pas untuk menyemangati Ibu Ibu Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang agar lebih semangat dengan materi yang tak kalah menarik yaitu : Risalah, Islam Berkemajuan yang disampaikan langsung oleh Ketua PWA Jawa Timur Ibu Dra Hj Rukmini MP, mampu membakar semangat Ibu Ibu Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang. dalam Risalah Islam berkemajuanmenguraikan pandangan tentang Islam serta merumuskan ciri ciri Islam berkemajuan. Juga ada materi  tambahan secara singkat oleh Sekretaris PWA  Ibu Asmawati MAg.Dilanjutkan dengan materi Matan Keyakinan dan cita cita Hidup Muhammadiyah disampaikan oleh Wakil Ketua PWA Ibu Dr Dalilah Chandra MAg.


Ibu Dalila yang juga seotang Dosen  di bidang Agama menyitir tentang Revitalisasi matan Keyakinan dan Cita Cita Hidup Muhammadiyah yang terus digelorakan. Salah satunya dengan Baitul Arqom Pimpinan dimana salah satu ciri Baitul Arqom adalah Mabit ( menginap sehari ) sedangkan jika lebih dalam penguatannya  bisa dilanjut dengan Darul selama 4 hari. Aisyiyah adalah ortom khusus Muhammadiyah. Gerakan islam ada AD dan ART nya bersifat  Kolektif kolegial . Dengan berbagai kegiatan semisal Kelompok Pengajian, Amal usaha dan kegiatan lainnya, paparan beliau sangat menarik dengan contoh contoh nyata yang ada dalam kehidupan sehingga peserta mudah untuk memahaminya.

Lanjutan materi berikutnya disampikan oleh Ketua PDM Kab Malang Dr. H M N Humaidi , mengupas tentang Masailul Khomsah. Masalah 5 yaitu Agama, Dunia, Ibadah, Sabillilah dan Qiyas.sangat lengkap sekali paparan yang disampaikan oleh Ketua PDM hingga  tak terasa 90 menit harus segera diakhiri karena waktu sudah menunjukkan sholat magrib.

Materi ke 4 yang dilaksanakan pada hari pertama disampaikan oleh Ustaz Saleh Subagya MAg, tentang Khittah Perjuangan Muhammadiyah. Paparan beliau sangat menarik peserta dengan tampilan permasalahan yang ada dalam organisasi melalui visualisasi beberapa vidio sesuai dengan contoh contoh permasalahan dalam organisasi, hingga mampu menciptakan diskusi cukup panjang dari peserta , tak terasa sesi ke 4 hari pertama diakhiri hampir pukul 21.30,

Minggu hari kedua tanggal 14 Januari masih ada 2 materi yaitu  Pedoman Hidup islami Warga Muhammadiyah(PHIWMdisampaikan oleh Ketua PDA Kab Malang. Secara lugas& lengkap beliau menhelaskan  pandangan Islam tentang kehidupan Islami warga Muhammadiyah  yang terdiri dari kehidupan pribadi ( aqidah, akhlaq, ibadah serta muamalah duniawiyah) termasuk juga kehidupan dalam berkeluarga, bermasyarakat, berorganisasi, mengelola amal usaha, berbinis, mengembangkan profesi, berbangsa bernegara, melestarikan lingkungan , mengembangakan ilmu dam teknologi serta budaya  dan Ayat Al-Qur’an & Hadits Rujukan.


Materi terakhir atau yang ke 6 disampaikan Korbid 1 di PDA kab malang,  yang membidangi Majlis Kader dan Tabligh, Ibu Supraptiningsih MAg, membahas  Anggaran Dasar Muhammadiyah, secara lengkap dan gamblang pemateri memaparkan apa yang telah ditulisnya dalam makalah yanglengkap serta membahas bersama sama dengan peserta.

Kegiatan Baitul Arqom 2 hari cukup padat dengan 6 materi, setiap jeda materi ada pembagian dooprize , jumlahnya hampir 20-an dari Ibu Ibu Pimpinan yang secara sukarela memberikan donasi ke panitia untuk memeriahkan acara.

Termasuk jugadalam rangkaian Baitul Arqom ada kegiatan ice breakhig. Sholat berjamaah. Sholat Tahajud, Sholat Subuh dan Kultum, Tadabur Ayat serta taklupa olah raga pada pagi hari agar seluruh peserta tetap sehat dan bersemangat selama mengikuti Baitul Arqom Pimpinan dan pulang kembali ke rumah tetap sehat dan bersemangat dalam menjalankan aktivitas berikutnya. ( Titin PR-Wkl Sekretaris PDA Kab Malang)

 




 

 

RAKORDA PIMPINAN DAERAH AISYIYAH KABUPATEN MALANG


Gerakan Penguatan Kepemimpinan Untuk Mewujudkan Perempuan Berkemajuan

 

Kabupaten Malang, Tema di atas diusung dalam rangka melaksanakan kegiatan Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang bersama 26 Pimpinan Cabang Aisyiyah yang ada di Kabupaten Malang. Bertempat di Aula A Lantai 9  GKB IV Universitas Muhammadiyah Malang berlangsung dengan khidmat.

Seremonial kegiatan seperti biasanya dibuka secara resmi oleh Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang, Dr Apt Dra Mursyidah M. Kes. Dalam sambutan nya Ketua PDA Kab Malang yang sangat energik ini menyampaikan bahwa kegiatan ini untuk bersama sama menyamakan pandangan  dalam ber-Aisyiyah pun juga beliau mengajak seluruh Pimpinan di tingkat Cabang maupun Daerah ber-Aisyiyah dengan penuh semangat dan gembira untuk menebar kebaikan.

Acara dibeagi 2 sesi. Sesi pertama semua peserta sejumlah 296  berkumpul di Aula Lt 9.Untuk bersama sama mendengarkan paparan materi dari Ketua PWA Jawa Timur, Ibu Hj Rukmini Amar. Beliau menyampaikan materi tentang Kepemimpinan Kolektif Kolegial yang diartikan Kebersamaan dalam pertemanan sejawat. Dalam berorganisasi perlu bersama derap dan langkah seperti halnya pertemanan seseorang. Di samping itu Beliau juga menyampaikan  tentang langkah prioritas Revitalisasi yaitu , Penguatan cabang dan Ranting melalui Keluarga Sakinah dan Qoryah Thayyibah. Pengembangan Pimpinan dan kader Aisyiyah , Amal Usaha Aisyiyah dan Optimalisasi peran Aisyiyah dalam kehidupan bermasyarakat. 

Selanjutnya materi berikutnya dari Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah Ibu Mursyidah  tentang konsep ber-Aisyiyah , Ikhlas , ide dan gagasan serta kolaborasi. Adapun prinsip penting dalam memimpin yaitu ; ikhlas dan jujur, terbuka, komunikasi, koordinasi serta kebersamaan. Materi tentang bagaimana mengembangkan cabang dan ranting juga beliau sampaikan dan sangat penting masuk dalam kajian di sesi pertama.

Selanjutnya sesi ke 2 peserta dibagi 5 kelompok. Kelompok 1 terdiri Ketua, Sekretaris, Bendahara Pimpinan Cabang berkoordinasi dengan  Ketua, Sekretaris dan Bendahara Pimpinan Daerah Aisyiyah  tetap di Aula A lantai 9. Sedangkan masing masing Korbid  beserta  Majlis Pimpinan Daerah Aisyiyah berkoodinasi dengan Korbid dan Majlis di tingkat Cabang, bertempat di Lt 5 GKB IV Universitas Muhammadiyah Malang ( UMM ) dengan 4 Ruang yang berbeda sesuai KorBid dan Majlisnya.

Sesi ke 2 sangat menarik di masing masing Korbid berkoordinasi dan bersinergi tetang Logframe program masing masing yang dipaparkan ke Korbid dan ketua Majlis Cabang. Dengan harapan program bisa sejalan di  Pimpinan tingkat Daerah maupun di Tingkat Cabang. Hal ini sangat menarik saat diskusi di masing masing Korbid dan Majlis.

Setelah hampir 90 menit lebih berdiskusi dan sharing bersama di masing masing Korbid dan Majlis maupun di ruang ketua, Sekretaris, Bendahara, dengan gayeng dan menarik di selingi berbagi usulan dan pendapat akhirnya kegiatan sesi ke 2 ini selesai dengan menghaslkan beberapa rancangan program baik berupa kegiatan per Majlis maupun program kegiatan sinergi Majlis dan  lintas Majlis. Juga tentang Tata kelola keuangan maupun persyuratan dan kepemimpinan di Tingkat Pimpinan Daerah Aisyiyah  yang disampaikan saat koordinasi Ketua-Sekretaris-Bendahara PDA dan Cabang 

Kegiatan sesi ke 2 usai dan ditutup dengan menghasilkan program sinergi Pimpinan Daerah Aisyiyah dan Pimpinan Cabang Aisyiyah yang akan diangkat dalam berkegiatan Asyiyah serta bersinergi dengan beberapa komponen baik Pemerintah ataupun swasta dan lembaga  lainnya. Kegiatan Rapat Koordinasi Daerah (RaKorda ) ditutup dan peserta sangat antusias dengan hasil hasil yang telah didapat dalam Rapat Koordinasi Daerah Pimpinan Daerah Aisyiyah ( Titin PR-Wkl Sekretaris PDA Kabupaten Malang)



 

Rihla Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang, Sarana Merefresh kembali Ibu~Ibu Pimpianan

Kab.Malang, Jumat  3 Nopember 2023 merupakan hari yang telah ditetapkan untuk keberangkatan rombongan Rihlah PDA Kab Malang Periode 2022-2027. Sejumlah 45 peserta siang hari tersebut memadati Kantor PDA Kab Malang yang terletak di Jl. Thamrin Malang.

Kegiatan ini dilaksanakan bertujuan merefres pikiran dan hati agar tetap dan selalu bersemangat untuk mengembangkan Persyarikatan. Serta setelah terlaksananya MusyDa  yang berlanjut  masing masing pimpinan mengikuti RaPim untuk Ketua , Sekretaris dan Bendahara PDA di ATC , Purwodadi Pasuruan dan dilanjut RaKerWil untuk KorBid maupun Ketua majlis dan Sekretaris Majlis oleh PWA Jawa Timur di Asrama Haji Sukolilo 28-29 Oktober.

Perjalanan Ke Bali ditempuh dengan durasi   sekitar 10 jam , mengingat di beberapa titik ada kemacetan hampir dua jam di Banyuwangi terkait perbaikan jembatan, namun hal tersebut tidaak menyurutkan semangat Ibu Ibu  dalam perjalanan Rihlah.

 

Selama 3 hari Rihlah penuh dengan kegiatan. Saat pagi pukul 03.50 waktu Indonesia bagian Tengah melaksanakan sholat berjamaah dilanjut dengan Kuliah Subuh materi disampaikan oleh Korbid 3 Ibu Maysaroh di hari ke dua dan hari ke3.

Perjalanan Rihlah hari pertama merupakan perjalanan panjang Malang- Denpasar, peserta sambil melihat alam sekitar dan penduduk yang beraktifitas bagian dari kegiatan tadabur alam dan menikmati ritme kehidupan masyarakat  yang dilalui selama perjalanan.Hari kedua melihat beberapa titik destinasi di Bali  diantaranya Tanjung Benoa, Pulau Penyu, Masjid Ibnu Batuta, Pantai Pandawa. Serta tidak ketinggalan mengunjungi Pusat Oleh oleh Krisna dan Erlangga untuk memberi  kesempatan Ibu Ibu berbelanja membeli oleh oleh keluarga dan saudara di rumah.

Hari ke 3 sangat ditunggu tunggu yaitu mengunjungi PDA Kab Jembrana yang memiliki beberapa amal usaha TK dan SD. Saling sharing dalam kegiatan Studi Tiru memberikan nuansa yang luar biasa dalam berAisyiyah . Bagaimana tidak, Pimpinan Daerah Aisyiyah Kab Jembrana digawangi oleh Ibu  Dra Hj Azizah beliau saudara kandung  dari Ibu Dr Hj  Mursyidah M.Kes APt ( Ketua PDA Kab Malang 2022-2027 serta adik Ibu Dra Hj Wajdiyah  salah satu Ketua PDA Kab Malang 3 periode berturut ( di mana saat itu belum ada ketentuan masa kepemimpinan maximal 2x)

 

Alhasil kegiatan Rihlah ini ada pertemuan saudara ada sharing pengalaman dengan selurupeserta Pimpinan PDA Kab Malang maupun PDA Kab Jembrana Bali. Tidak terasa waktu 4 jam Studi Tiru di Pimpinan Daerah Jembrana  harus diakhiri, meski saat itu, sharing pengalamann yang bertempat di Aula Masjid PDA Jembarana suasana masih sangat gayeng dengan tukar pengalaman maupun informasi dari para peserta Rihlah dengan Tuan Rumah PDA Jembran Sangat luar biasa dan berkesan sekali Studi Tiru di PDA Jembrana , di tengah minoritas PDA Jembrana sangat eksis untuk mengembangakan kegiatan ataupun Amal Usaha serta terus menambah dan menambah kelengkapan yang ada di Amal usaha serta kegiatan di PDA Jembrana sehingga menjadi salah satu PDA yang cukup besar di Provinsi Bali.

 

Akhirnya kegiatan Rihlah  harus segera diakhiri pada hari Minggu 5 Nopember 2023. Aneka kegiatan Rihlah berupa Studi Tiru Tadabur Alam maupun melaksanakan kajian singkat setiap pagi dan sharing program serta berkoordinasi di Pimpinan Daerah Kab Malang. Sebagai bekal untuk menggerakkan dan melanjutkan gerak langkah PDA Kab Malang 5 tahun kedepan. Terdekat untuk kegiatan RakerDa di Bulan Nopember 2023. 

Minggu malam 5 November 2023 semua seperta Rihlah telah sampai di rumah masing masing untuk siap beraktivitas sesuai tugasnya di tempat pengabdian  sesuai bidang pekerjaannya . Sehat dan tetap bersemangat terus untuk PDA Kab Malang dengan segala kegiatan dan aktivitas yang akan dilaksanakan.( Titin Prihatin R)




Sosok Paud Aisyiyah di Abad 2

Kabupaten Malang, Sabtu,  30 september 2023 telah disepakati bersama bagi guru Paud Aisyiyah dalam wilker V di Kampus UMM GKB 4. Lembaga berkemajuan adalah tujuan utama dalam mewujudkan pendidikan lembaga di Abad ke 2. 

Malang  Raya ( Kabupaten, kota Malang, dan Batu)  Kediri Raya( kabupaten  - kota Blitar,  Kabupaten- kota Kediri) sebanyak 600 guru Paud Aisyiyah sepakat untuk memajukan lembaga masing~masing

Pemateri yang tidak diragukan bagi guru Paud Aisyiyah,  Dra. Rahmi Aidah selaku ketua Majelis Paud Dasmen PWA Jatim menyampaikan,  betapa pentingnya pendidikan sejak dini dan penanganan ABK ( Anak Berkebutuhan Khusus) bagi usia Paud. tidak kalah pentingnya Kurikulum Lokal Aisyiyah yang harus di masukan dalam pembelajaran dikurikulum Merdeka ini,  disampaikan dengan gamblang oleh ketua PWIGABA Jatim Aya Sopyah.  sebagai penutup acara Ibu Siti Asma selaku wakil ketua yang membidangi Majelis Paud Dasmen PWA Jatim memberikan penekanan kepada guru Paud,  Penekanan Idelogi Muhammadiyah yang berkemajuan,  dengan menerapkan komitmen guru Paud Aisyiyah yang berkemajuan itu memang harus diawali dari hati nurani individu seorang pendidik. 

Kehadiran dan kebersamaan dalam menimbah ilmu sangat dirasakan perlu bagi pendidik Paud. Ilmu selamanya akan berubah dalam perkembangannya,  kalau pendidik tidak mau berubah maka akan ditinggal oleh waktu/ jaman. 

Kecerdasan peserta didik bermacam~ macam berkembangannya,  ada yang cepat,  lambat dan normal saja.  maka dengan metode pembelajaran yang bervariasi dan kreatifitas pendidik untuk lembaganya,  maka tujuan untuk mewujudkan lembaga yang berkemajuan pasti akan berhasil




Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang Menghadiri RaKerWil Aisyiyah Jawa Timur

Kab.Malang. Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang mengikuti kegiatan Rapat Kerja Wilayah ( Rakerwil) yang bertempat di Aisyiyah Training Center (ATC) Purwodadi Pasuruan. Kegiatan berlangsung Sabtu-Minggu 23-24 September 2023.

Tema yang diusung oleh Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur sebagai penyelenggara adalah”Implementasi Kepemimpinan Perempuan Berkemajuan Mencerahkan Peradaban Bangsa”

Tema yang sangat pas untuk dilaksanakan dengan harapan selesai mengikuti kegiatan ini peserta dapat mengimplemetasikan di Daerah masing masing. Dalam kegiatan ini PDA Kabupaten Malang masuk di gelombang pertama bersama sama dengan Wilker Malang Raya,Kediri Raya, Madiun Raya serta Bojonegoro . PDA Kabupaten Malang mengirimkan 3 peserta dalam kegiatan ini.

Kegiatan yang dilaksanakan terdiri dari acara Pembukaan, Kepemimpinan Transformarif,Tata Kelola Organisasi, Kebijakan umum tentang Qoidah BPP dan Pedoman AUA lanjut ke Diskusi. Kegiatan RaKerWil ini pun juga dibarengi dengan kegiatan Qiyamul lail , Sholat Subuh, Tadarus, Tadabur Ayat ayat suci Al-Quran serta Tadabur Alam. Pada sesi hari kedua peserta dipisah sesuai bidang tugas masing masing. Untuk peserta Ketua atau yang mewakili tentang Kebijakan Organisasi, peserta Sekretaris tentang Kesekretarisan dan Bendahara mengenai kebendaharaan. Setelah Diskusi di masing masing kelompokk tersebut berlanjut ke Pleno bersama sama untuk membuat Rencana Tindak Lanjut (RTL) yang nantinya akan dikembangkan dan dilaksanakan di daerah masing masing.

Dalam RaKerWil ini bertujuan meneguhkan dan memperkuat langkah sera gerakan pelaksanaan program kerja Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur yang nantinya akan diperinci serta dilaksanakan di Pimpinan Daerah Aisyiyah seluruh jawa Timur dan tentunya Pimpinan Daerah Aisyiyah Kabupaten Malang. Dalam RaKerwil tersebut pemateri memberikan pemaparan yang  sangat jelas tentang berbagai kebijakan di Pimpinan Wilayah untuk diketahui dan dilaksanakan Pimpinan Daerah. Pemateri antara lain Ibu Ketua PWA Dra Rukmini M.AP, Sekretaris PWA Dr Nur Mukkarromah  serta seluruh Wakil Ketua dan Bendahara .

Adapun tujuan akhir dari Rapat Kerja  bertujuan meneguhkan dan menguatkan langkah serta gerakan dalam pelaksanaan Program kerja Pimpinan Wilayah Aisyiyah Jawa Timur berdasarkan Keputusan Musywil 13 yang telah dilaksanakan. ( SekKabTitin PR)





 

PENGAJIAN MUHAMMADIYAH DAN AISYIYAH SERTA PENGUKUHAN PCM DAN PCA SE KABUPATEN MALANG

Ahad, 10 September 2023. Semarak  Pengukuhan PCM dan PCA Kab Malang.Setelah menyelesaikan rangkain kegiatan MusCab di Cabang Muhammadiyah maupun Aisyiyah Kab Malang. Hari ini, minggu 10 September dilaksanakan bersama pengukuhan PCM dan PCA Kab Malang. Bertempat di Taman Wisata Petik Madu Tawon di Wilayah Malang dilaksanakan acara tersebut. Dihadiri sekitar 2000 peserta dari 26  Cabang Muhammadiyah dan  Aisyiyah Kabupaten Malang. Alhasil suasana cukup gayeng. Di gedung semi terbuka kegiatan Pengukuhan diawali dengan pra acara berupa tampilan dari TK/KB di lingkungan PCA Lawang lanjut ke tampilan Tapak Suci dari SD Muhammadiyah Lawang. Pra acara menyemangati pembukaan Pengukuhan Acara pengukuhan dimulai dari Pengukuhan Pimpinan Cabang Muhammadiyah yg langsung dipandu Ketua PDM Ustaz Dr M N Humaidi MAg. Beliau berharap setelah pengukuhan ini langsung melaksanakan program atau kegiatan sesuai skala prioritas di Cabang Termasuk penambahan jamaah di masing masing Cabang.Hal yang sama juga saat pengukuhan Pimpinan Cabang Aisyiyah oleh Dr H Mursyidah M.Kes Apt. "Setelah pengukuhan diharapkan masing~cabang ramai berkegiatan.Baik itu bidang Sosial'Tabligh maupun Kesehatan juga pendidikan dan semua Majlis dan 2 lembaga, setelah pengukuhan dilanjutkan dg sambutan ketua PCM dan PDA yang intinya Pengukuhan sebagai langkah berikutnya  yang perlu dibarengi dengan berbagai aktivitas  dan kegiatan. Pasca sambutan dilanjutkan dengan Kajian singkat dari Ketua PWM Jawa Timur Dr dr Sukadiono tentang bagaimana memaknai pengukuhan sebagai pimpinan termasuk juga harapan  Beliau bagaimana mengembangkan Muhammadiyah dan Aisyiyah Kabupaten Malang Acara dihadiri dari keluarahan,kecamatan,NU, Muslimat serta utusan~utusan  lainnya.Begitu gayengnya kegiatan pengukuhan. Di sesi terakhir diisi Ustazd atau Takmir dari Masjid Jokokrayan Jogjakarta. Beliau hadir dengan memberikan  tips yg menarik dalam mengelola masjid dan Jamaahnya serta mengelola Masjid. Alhasil trik serta saran dan masukan Beliau sangat menarik. Bahkan lebih pada kata"woow" dalam memberdayakan  Masjid serta ekonomi masyarakat sekitarnya.Decak kagum dari peserta Pengajian  yang mendengarkan paparan beliau. Sangat luar biasa.Uang hingga milyaran dikelola dengan baik.pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar juga cukup baik. Akhir acara semoga setelah pengukuhan ini menjadi penyemangat untuk Bapak~ bapak Muhammadiyah maupun Ibu~ ibu Aisyiyah di seluruh Cabang Muhammadiyah Kabupaten Malang. (DokPDAKabMalang)





Fanspage

Follow Me

 
Copyright © 2016. 'Aisyiyah Kabupaten Malang - All Rights Reserved

Dikembangkan Oleh: Arzadia Group | albaypulsa | Free Blogger Templates | Lyrics | Songs.pk | Download Ringtones | HD Wallpapers For Mobile

Proudly powered by Blogger